Archive for June, 2009

Michael Jackson

From Makkah, Saudi Arabia
Yesterday at 18:52

Assalam o Alaikum

michael jackson died today n i thought it would be helpful to tell you all that he was a muslim. He converted a few months or maybe a few years ago, the exact date varies with different reports. When anyone does anytihng, it should be noted that to get sawab for it, they should do it firstly for the purpose of getting sawab. they should not do it to: get recognition, or make themselves feel better then others. try to do things anonymously, do not take the credit unless someone offers it, n even then dont exaggerate or brag or think of yourself as better than others for it

live a good life, do charity, do not brag bout it, do not think of yourself as superior to anyone, do not try to show it off, do it anonymously for the sake of allah SWT because by doing it anonymously, u’ll prove to allah n urself that u did it for only allah since he is the only one who will kno wat u did inshallah i hope we all go to jannah, i jsut thought to tell you thoase things about life, since when people’s time comes they must die, n eventually will rise again, but til then, u must live a good life according to the sunnah of Muhammad SAW

michael jackson might not hgave been a practisiing muslim, but we do not now. we dont kno if he did pray or fast or not cuz we didnt live with him or anytihng. n even if he did not its for us to judge him, that is wat allah SWT will do on qiyamah, pray fr him n all muslims to have strong iman n go to jannah inshallah

Assalam o Alaikum

Leave a comment »

Ranking Broadband Dunia, Indonesia Nomor Berapa?

Ranking Broadband Dunia, Indonesia Nomor Berapa?
Wicak Hidayat – detikinet
ilustrasi (inet)

<a href=’http://openx.detik.com/delivery/ck.php?n=ad79472d&cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE’ target=’_blank’><img src=’http://openx.detik.com/delivery/avw.php?zoneid=45&cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&n=ad79472d’ border=’0′ alt=” /></a>

Jakarta – Strategy Analytics, sebuah perusahaan riset dan data global, mengurutkan penetrasi broadband negara-negara di dunia. Alih-alih menggunakan data per kapita, lembaga ini menggunakan data per rumah tangga.

“Ranking broadband kerap jadi perdebatan. Meski ranking kami mungkin berbeda dari hasil lembaga lain, ini karena kami melihatnya dari ukuran yang tepat,” tutur analis David Mercer dalam keterangan tertulis yang diterima detikINET, Senin (22/6/2009).

Dengan pengukuran per rumah tangga yang dilakukan Strategy Analytics, nampak bahwa penetrasi broadband di Asia memang sangat tinggi. Hampir separuh dari Top 10 negara di ranking itu adalah negara Asia.

Korea Selatan menempati posisi puncak ranking itu dengan 95 persen, disusul oleh Singapura pada 88 persen. Kemudian ada Taiwan di posisi 5 dan Hong Kong di posisi 6 dengan penetrasi keduanya pada 81 persen.

Selain Singapura, negara-negara Asia Tenggara menempati posisi yang relatif rendah. Malaysia, misalnya, ada di posisi 43 dengan angka 21 persen. Sedangkan Thailand (7%), Vietnam (7%) dan Filipina (5%) berturut-turut ada di posisi 50 hingga 52.

Mau tahu posisi Indonesia di mana? Tak lain ada di posisi paling buncit (57) dengan angka 1%.

Berikut adalah ranking broadband dunia versi Strategy Analytics:

  1. Korea Selatan 95%
  2. Singapura 88%
  3. Belanda 85%
  4. Denmark 82%
  5. Taiwan 81%
  6. Hong Kong 81%
  7. Israel 77%
  8. Swiss 76%
  9. Kanada 76%
  10. Norwegia 75%
  11. Australia 72%
  12. Finlandia 69%
  13. Prancis 68%
  14. Inggris Raya 67%
  15. Emirat Arab 65%
  16. Jepang 64%
  17. Swedia 63%
  18. Estonia 62%
  19. Belgia 62%
  20. Amerika Serikat 60%
  21. Slovenia 58%
  22. Jerman 58%
  23. Irlandia 58%
  24. Spanyol 57%
  25. Selandia Baru 57%
  26. Lithuania 51%
  27. Italia 51%
  28. Austria 50%
  29. Portugis 40%
  30. Yunani 39%
  31. Turki 37%
  32. Hungaria 34%
  33. Slovakia 33%
  34. Polandia 32%
  35. Argentina 31%
  36. Rumania 31%
  37. Latvia 30%
  38. Republik Czech 28%
  39. Meksiko 28%
  40. Chili 27%
  41. Kroasia 23%
  42. China 21%
  43. Malaysia 21%
  44. Venezuela 17%
  45. Brasil 17%
  46. Russia 14%
  47. Bulgaria 13%
  48. Peru 11%
  49. Arab Saudi 7%
  50. Thailand 7%
  51. Vietnam 7%
  52. Filipina 5%
  53. Albania 5%
  54. Ukraina 4%
  55. Mesir 3%
  56. India 2%
  57. Indonesia 1%

Leave a comment »

PENYAKIT MENTAL MANUSIA

  1. MENYALAHKAN ORANG LAIN

Itu penyakit P dan K, yaitu Primitif dan Kekanak-kanakan. Menyalahkan orang lain adalah pola pikir orang primitif. Di pedalaman Afrika, kalau ada orang yang sakit, yang Dipikirkan adalah : Siapa nih yang nyantet ? Selalu “siapa” Bukan “apa” penyebabnya. Bidang kedokteran modern selalu mencari tahu “apa” sebabnya, bukan “siapa”. Jadi kalau kita berpikir menyalahkan orang lain, itu sama dengan sikap primitif. Pakai koteka aja deh, nggak usah pakai dasi dan jas. Kekanak-kanakan. Kenapa ? Anak-anak selalu nggak pernah mau disalahkan. Kalau ada piring yang jatuh,” Adik tuh yang salah”, atau ” mbak tuh yang salah”. Anda pakai celana monyet aja kalau bersikap begitu. Kalau kita manusia yang berakal dan dewasa selalu akan mencari sebab terjadinya sesuatu.

  1. MENYALAHKAN DIRI SENDIRI

Menyalahkan diri sendiri bahwa dirinya merasa tidak mampu. Anda pernah mengalaminya ? Kalau anda bilang tidak pernah, berarti anda bohong. “Ah, dia sih bisa, dia ahli, dia punya jabatan, dia berbakat dsb, Lha saya ini apa ?, wah saya nggak bisa deh. Dia S3, lha saya SMP, wah nggak bisa deh. Dia punya waktu banyak, saya sibuk, pasti nggak bisa deh”. Penyakit ini seperti kanker, tambah besar, besar di dalam mental diri sehingga bisa mencapai “improper guilty feeling”. Jadi walau yang salah partner, anak buah, atau bahkan atasan, berani bilang “Saya kok yang memang salah, tidak mampu dsb”. Penyakit ini pelan-pelan bisa membunuh kita. Merasa inferior, kita tidak punya kemampuan. Kita sering membandingkan keberhasilan orang lain dengan kekurangan kita, sehingga

  1. TIDAK PUNYA GOAL / CITA-CITA Kita

sering terpaku dengan kesibukan kerja, tetapi arahnya tidak jelas. Sebaiknya kita selalu mempunyai target kerja dengan milestone. Buat target jangka panjang dan jangka pendek secara tertulis. Ilustrasinya kayak gini : Ada anjing jago lari yang sombong. Apa sih yang nggak bisa saya kejar, kuda aja kalah sama saya. Kemudian ada kelinci lompat-lompat, kiclik, kiclik, kiclik. Temannya bilang: “Nah tuh ada kelinci, kejar aja”. Dia kejar itu kelinci, wesss…., kelinci lari lebih kencang, anjingnya ngotot ngejar dan kelinci lari sipat-kuping (sampai nggak dengar / peduli apa-apa), dan akhirnya nggak terkejar, kelinci masuk pagar. Anjing kembali lagi ke temannya dan diketawain. “Ah lu, katanya jago lari, sama kelinci aja nggak bisa kejar. Katanya lu paling kencang”. “Lha dia goalnya untuk tetap hidup sih, survive, lha gua goalnya untuk fun aja sih”. Kalau “GOAL” kita hanya untuk “FUN”, isi waktu aja, ya hasilnya cuma terengah-engah saja.

  1. MEMPUNYAI “GOAL”, TAPI NGAWUR MENCAPAINYA

Biasanya dialami oleh orang yang tidak “teachable”. Goalnya salah, fokus kita juga salah, jalannya juga salah, arahnya juga salah. Ilustrasinya kayak gini : ada pemuda yang terobsesi dengan emas, karena pengaruh tradisi yang mendewakan emas. Pemuda ini pergi ke pertokoan dan mengisi karungnya dengan emas dan seenaknya ngeloyor pergi. Tentu saja ditangkap polisi dan ditanya. Jawabnya : Pokoknya saya mau emas, saya nggak mau lihat kiri-kanan.

  1. MENGAMBIL JALAN PINTAS, SHORT CUT

Keberhasilan tidak pernah dilalui dengan jalan pintas. Jalan pintas tidak membawa orang ke kesuksesan yang sebenarnya, real success, karena tidak mengikuti proses. Kalau kita menghindari proses, ya nggak matang, kalaupun matang ya dikarbit. Jadi, tidak ada tuh jalan pintas. Pemain bulutangkis Indonesia bangun jam 5 pagi, lari keliling Senayan, melakukan smesh 1000 kali. Itu bukan jalan pintas. Nggak ada orang yang leha-leha tiap hari pakai sarung, terus tiba-tiba jadi juara bulu tangkis. Nggak ada ! Kalau anda disuruh taruh uang 1 juta, dalam 3 minggu jadi 3 juta, masuk akal nggak tuh ? Nggak mungkin !. Karena hal itu melawan kodrat.

  1. MENGAMBIL JALAN TERLALU PANJANG, TERLALU SANTAI

Analoginya begini : Pesawat terbang untuk bisa take-off, harus mempunyai kecepatan minimum. Pesawat Boeing 737, untuk dapat take-off, memerlukan kecepatan minimum 300 km/jam. Kalau kecepatan dia cuma 50 km/jam, ya cuma ngabis-ngabisin avtur aja, muter-muter aja. Lha kalau jalannya, runwaynya lurus anda cuma pakai kecepatan 50 km/jam, ya nggak bisa take-off, malah nyungsep iya. Iya kan ?

  1. MENGABAIKAN HAL-HAL YANG KECIL

Dia maunya yang besar-besar, yang heboh, tapi yang kecil-kecil nggak dikerjain. Dia lupa bahwa struktur bangunan yang besar, pasti ada komponen yang kecilnya. Maunya yang hebat aja. Mengabaikan hal kecil aja nggak boleh, apalagi mengabaikan orang kecil.

  1. TERLALU CEPAT MENYERAH

Jangan berhenti kerja pada masa percobaan 3 bulan. Bukan mengawali dengan yang salah yang bikin orang gagal, tetapi

  1. BAYANG BAYANG MASA LALU

Wah puitis sekali, saya suka sekali dengan yang ini. Karena apa ? Kita selalu penuh memori kan ? Apa yang kita lakukan, masuk memori kita, minimal sebagai pertimbangan kita untuk langkah kita berikutnya. Apalagi kalau kita pernah gagal, nggak berani untuk mencoba lagi. Ini bisa balik lagi ke penyakit nomer-3. Kegagalan sebagai akibat bayang-bayang masa lalu yang tidak Terselesaikan dengan semestinya. Itu bayang-bayang negatif. Memori kita kadang-kadang sangat membatasi kita untuk maju ke depan. Kita kadang-kadang lupa bahwa hidup itu maju terus. “Waktu” itu maju kan ?. Ada nggak yang punya jam yang jalannya terbalik ?? Nggak ada kan ? Semuanya maju, hidup itu maju. Lari aja ke depan, kalaupun harus jatuh, pasti ke depan kok. Orang yang berhasil, pasti pernah gagal. Itu memori negatif yang menghalangi kesuksesan.

10.  MENGHIPNOTIS DIRI DENGAN KESUKSESAN SEMU

Biasa disebut Pseudo Success Syndrome. Kita dihipnotis dengan itu. Kita kalau pernah berhasil dengan sukses kecil, terus berhenti, nggak kemana-mana lagi.Sudah puas dengan sukses kecil tersebut. Napoleon pernah menyatakan: “Saat yang paling berbahaya datang bersama dengan kemenangan yang besar”. Itu saat yang paling berbahaya, karena orang lengah, mabuk kemenangan. Jangan terjebak dengan goal-goal hasil yang kecil, karena kita akan menembak sasaran yang besar, goal yang jauh. Jangan berpuas diri, ntar jadi sombong, terus takabur.

www.mesinuangdanpulsa.cjb.net

http://www.iklanpalingpraktis.cjb.net

Leave a comment »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.